fbpx

Hiduplah Indonesia raya

Indonesia tanah airku,,tanah tumpah darahku

Disanalah aku berdiri, jadi pandu ibuku

Begitulah potongan lagu yang dikumandangkan untuk Indonesia dalam upacara pengibaran bendera merah putih, menandakan bahwa Indonesia sudah merdeka.

Mungkin ada banyak diantara kita yang tidak bisa menikmati suasana hari kemerdekaan seperti kegiatan yang dulu kita lakukan, dikarenakan suasana covid-19 yang merajalela. Perkotaan bahkan di kampung-kampung merasakan dampak yang sama. 

Tidak dipungkiri, banyak sekali kegiatan dan keseruan yang terbengkalai setelah setahun berlalu. Alih-alih seperti saat ini banyak yang mengaplikasikan seluruh kegiatan melalui online, terutama saat menjelang hari kemerdekaan

Bagaimana rasanya merayakan  17 agustus secara online?

Tahun ini Taman Baca Inovator mengadakan  kegiatan untuk memperingati 17 agustus yang diselenggarakan di seluruh Taman Baca Inovator yang ada di Indonesia,  dari sabang (Tapanuli Utara) hingga merauke (Papua).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Taman Baca Inovator sangat diterima dengan baik khususnya Taman Baca yang ada di Tapanuli Utara, anak-anak, guru, staff,bahkan orangtua sangat antusias mendukung program ini bahkan ada juga yang ikut andil dalam mengikuti kegiatan 17 Agustus. Anak-anak Taman Baca Inovator Tapanuli Utara aktif untuk bermain peran, dalam ajang kegiatan lomba, ada tiga jenis yang diperlombakan untuk anak-anak pertama, lomba dongeng bahasa daerah lengkap dengan pakaian adat serta  fasilitas lainnya sebagai bentuk pendukung berhasilnya jalan cerita, bentuk cerita yang diperankan cerita Batu Gantung di Parapat, dibawakan dari TBI Georg Ohm, Butet dari Tapanuli, dibawakan oleh TBI Maria Sybilla Merian, cerita sigale-gale dari samosir, dibawakan  oleg TBI Johan Gutenberg serta cerita sipinggan dan silosung, dibawakan oleh TBI Louis Pasteur. Sangat unik

Kedua, lomba mengenalkan produk daerah, berbagai karya yang dipersembahkan anak-anak dalam memperkenalkan khas daerah mereka sendiri, mulai dari makanan khas, hingga karya seni yang dihasilkan yaitu tenun ulos. Semangat anak-anak terlihat dari cara mereka mengerjakan seperti Ombus-ombus dari TBI Georg Ohm, Itak gurgur dari TBI Johan Gutenberg, Mi Gomak dari TBI Louis Pasteur, hingga kain tenun ulos Tarutung dari TBI Maria Sybilla Merian.

Ketiga, lomba cerdas cermat, dalam hal ini peserta yang mengikuti lomba cerdas cermat telah dipersiapkan dengan baik.

Dari ketiga jenis perlombaan yang diadakan, dua diantaranya berhasil meraih juara satu dan juara dua. Ini sangat berdampak positif bagi taman baca inovator lainnya walau dalam hal pelaksanan dilangsungkan  dalam jaringan, tidak membedakan semangat dari anak-anak dalam pelaksanaanya.

Bukan hanya itu saja, dalam acara puncak  seluruh Taman Baca Tapanuli Utara merayakan 17 Agustus dengan kegiatan yang berbeda-beda. TBI Georg Ohm dengan anak-anak membuat kerajinan bendera merah putih dan dikibarkan sama persis dengan semangat mereka, dilanjut denganTBI Maria Sybilla Merian dengan lomba makan kerupuk didampingi orangtua, dan ada yang mengikuti upcara bendera secara virtual. Variasi kegiatan yang dilaksanakan menjelang 17 agsutus sampai hari puncak kemerdekaan,menumbuhkan jiwa semangat, partisipasi, dan antusias anak-anak, guru- guru pendamping bahkan orangtua  sangat jelas dari suara teriakan mereka, mendukung bentuk-bentuk kegiatan yang diselenggarakan oleh program TBI itu sendiri dipadukan dengan kegiatan yang dirancang oleh guru pendamping TBI Taput.

Kekompakan dan kebersamaan masih dapat dirasakan oleh masyarakat khususnya anggota TBI itu sendiri. Maka dari itu  bentuk perayaan-perayaan 17 Agustus yang telah usai, seluruh rangkaian kegiatan baik virtual maupun secara langsung TBI Taput sudah merasakan dan menikmati keseruan mereka meski harus ada jaga jarak akibat pandemi covid-19.

Olivia Siallagan

Taman Baca Inovator

About Taman Baca Inovator